Tags

,

“Semua orang pasti ingin menjadi manusia yang baik, tetapi sayangnya tidak semua orang berusaha mencapainya”. (FR)

Dalam suatu perbincangan dengan seorang teman. Dia memberi nasihat. Bila saya ingin meminjamkan uang kepada seseorang, sebaiknya seperti memberi sumbangan saja. Saya tidak usah memikirkan kapan pinjaman itu dikembalikan. “Dipikir-pikir, melatih menjadi manusia sosial”, katanya.

Dalam hatipun menjawab, “Waduh, orang susah kayak saya susah jadi sosial gan”, dan “Saya pun bukan orang yang tepat untuk meminjamkan uang, bahkan sebaliknya saya yang perlu dipinjamkan uang tanpa harus menanggung beban untuk mengembalikannya”, kata diri saya yang seorang manipulatif.

Saya ternyata masih belum bisa menjadi pribadi yang benar-benar sosial, dan juga berat buat saya menjadi manusia yang berjiwa sosial.

Pekerja Sosial

Pernah berpikir menjadi Pekerja Sosial?

Pekerja sosial tidak pernah mengharap imbalan. Mereka melakukannya dengan dorongan hati, bukan dorongan cash flow. Yang ada dalam niatnya hanya menolong. Pekerja sosial tidak lagi memikirkan apakah harus nyaman atau tidak , karena mereka sudah memiliki mental dan perilaku yang selalu mendahulukan orang lain, bukan dirinya.

Saya pernah berpikir untuk menjadi pekerja sosial. Namun, di tempat di mana saya bekerja itu harus memiliki fasilitas yang nyaman dengan bantuan dana sosial luar negeri yang melimpah. Gaji yang tinggi, penghidupan terjamin, dan bisa jalan-jalan ke luar negeri.

“Itu mah, semua orang mau”, sambar teman saya. Saya pun berapologi dengan berkata, “Kalau penghidupan sudah terjamin, berjiwa sosial mah gampang”.

Motif Perilaku

Pernahkah Anda melakukan kebaikan kepada orang lain dan melakukannya dengan luar biasa tanpa tujuan tertentu?

Apakah kebaikan itu selalu diikuti motif di belakangnya?

“Jika Anda ingin berjiwa sosial dan berkeinginan untuk menolong, maka kesampingkan ego Anda”.

Advertisements