Anda penggemar tennis ?
Jika anda adalah penggemar tennis, maka berbahagialah anda hidup di zaman sekarang. Saya dan jutaan penggemar tennis pasti merasa beruntung hidup di masa sekarang. Periode dimana rivalitas tennis dunia disajikan dengan sempurna.


Masih ingat final Wimbledon 2008 tahun lalu? Final antara Roger Federer vs Rafael Nadal. Final Wimbledon terbaik sepanjang masa dan dengan durasi yang paling lama, lebih dari 5 jam. Nadal berhasil menggagalkan ambisi Roger merebut gelarnya yang keenamnya secera beruntun. Saya beruntung menyaksikan pertandingan tersebut. (tentunya lewat layar tivi)

Masih ingat final Wimbledon tahun ini? Roger kembali berada di tahta tertinggi Wimbledon. Berhasil merebut gelarnya yang hilang dengan mengalahkan Andy Roddick. Pertarungan sengit tennis kelas dunia yang memakan waktu lebih dari 4 jam. Dan sekali lagi saya beruntung menyaksikan pertandingan tersebut.

Anda sempat menyaksikan final Roland Garros tahun ini? sial bagi saya tidak bisa menyaksikannya (tv kabel di rumah tidak menyiarkannya) dan beruntunglah anda jika menyaksikannya. Final antara Roger vs Soderling yang tentunya dimenangkan oleh Roger Federer. Gelar grand slam satu-satunya yang belum dia dapatkan. Gelar yang menasbihkan dirinya sebagai legenda tennis dunia.

Dan di US open kemarin, apakah Anda sempat menyaksikannya? sekali lagi, beruntunglah Anda yang menyaksikannya. Beruntunglah anda jika menyaksikan forehand ajaib Roger ketika mengalahkan Novak Djokovik di semifinal. Dan beruntunglah Anda menyaksikan laga final antara Roger Federer vs Juan Martin Del Potro. Final yang disebut media sebagai final antara The Master vs The Student. Dan ternyata The Student sukses menyingkirkan The Master. Saya masih tidak percaya sang legenda bisa dikalahkan.

Sebagai penggemar tennis, saya memang kecewa Roger Federer kalah di final kemarin, tetapi disisi lain, sebagai pecinta tennis, saya tentu puas dengan sajian permainan yang alot dengan skill yang luar biasa.

Era Pete Sampras memang telah berakhir, namum ia berhasil memberi pelajaran berharga bagi junior-juniornya termasuk Roger Federer. Dan mungkin 3 atau 4 tahun kedepan, era emas Roger Federer juga mungkin akan berakhir, tetapi ia juga berhasil ‘mendidik’ petenis-petenis dunia yang lain.

Roger Federer telah memberi benchmark dengan level yang tinggi pada setiap turnamen tennis dunia. Menjadikan level tennis dunia semakin hari semakin tinggi. Menjadikan setiap turnamen yang diikutinya tidak pernah kehilangan daya tarik.

Saya tentunya masih ingin menyaksikan setiap turnamen yang dimenangkan oleh Roger Federer. Masih berharap dia terus menambah perbendaharaan gelar-gelarnya. Sampai tiba munculnya petenis dunia dengan skill yang luar biasa yang bisa menjadi Master seperti Roger.

Apakah Rafael Nadal? atau Novak Djokovik? Andy Murray? ataukah J.M. Del Potro (yang masih berusia 20 thn) ? Kita tunggu saya kejutan-kejutan yang hadir di setiap turnamen berikutnya.

Enjoy

Advertisements