Tanggal 9 bulan 9 tahun 2009, mungkin adalah hari yang spesial buat banyak orang. Ibu-ibu
banyak yang ‘memaksakan’ diri untuk melahirkan anaknya, ada pula yang menikah, dan banyak lagi yang memanfaatkan momentum tanggal cantik ini. Tak terkecuali dengan Trans Corp.


09-09-09 adalah hari yang spesial buat masyarakat Makassar khususunya. Wahana bermain Trans Studio Themepark resmi diresmikan oleh bapak wapres Yusuf Kalla. Themepark indoor ini diklaim sebagai yang terbesar didunia (12.7 hektar).

Malam itu, saya menyalakan tivi, dan nyangkut di channel Trans TV. Nidji lagi konser, yaa seperti tanyangan konser-konser biasa di tv-tv, tapi tiba-tiba mata saya tertuju pada di sudut kiri atas tv, tertulis ‘Live dari Makassar’. Saya pun langsung ingat, kalau ternyata hari ini adalah opening ceremony Trans Studio Themepark. Wahana bermain yang tentu sangat dinantikan oleh 3,4 juta warga Makassar.

Makassar memang kurang dalam hal area bermain atau rekreasi bagi masyarakatnya. Tidak memiliki wahana bermain seperti Dufan yang ada di Jakarta, tidak memiliki wahana permainan air seperti waterboom, tidak memiliki kebun binatang seperti di Ragunan. Hiburan warga Makassar hanya pantai, Pantai Losari, pantai Akkarena, dan beberapa Tanjung dan selebihnya hanya mall-mall besar yang dijadikan tempat ‘rekreasi’. Namun, akhirnya atas kerjasama dari Trans Corp dan Kalla Group, Makassar, kotaku yang panas dan penuh debu ini akhirnya bisa juga punya area bermain raksasa.

Tetapi mengapa harus di Makassar? awalnya ketika pertama kali tahu tentang megaproyek ini sekitar setahun yang lalu, saya pun heran, kok beraninya investor mau menggelontorkan dana begitu besar di Makassar. Dari info-info yang saya terima dan yang saya lihat sendiri ternyata memang investasi pembangunan dan properti di Makassar betul-betul gila-gilaan. Ditunjang dengan persediaan lahan yang masih luas dan infrastruktur yang lengkap menjadikan Makassar merupakan kota dengan total investasi paling besar se-Indonesia. Pertumbuhan ekonomi di Makassar sangat tinggi. GDP Makassar lebih tinggi dari GDP rata-rata Nasional, dan mengalami pertumbuhan yang signifikan, dari Rp 7,1 juta di tahun 2002 menjadi Rp 9,3 juta di tahun 2006. Dan dengan jumlah masyarakat Makassar sebesar 3,4 juta warga dan 8 juta warga Sulawesi Selatan, tidak heran kalau Trans Corp berani membangun Themepark ini.

Makassar, kini tidak hanya memiliki bandara yang cantik-setiap orang yang baru datang ke Makassar pasti mengaguminya– tetapi juga memiliki wahana bermain indoor terbesar didunia. Makassar sebagai pintu gerbang kawasan Indonesia Timur kini memiliki identitas baru dengan adanya Trans Studio Themepark ini. Menjadi magnet di kawasan Timur Indonesia.


Pertanyaan berikutnya, jadi kapan saya bisa pergi ‘bermain’ disana? Sepertinya masih lama saya kesana, yaa, kalau dapat THR ini tahun. Atau ada yang mau modalin? *ngarep* 😀

Advertisements