Tags

,

Walaupun saya adalah ‘lelaki pemalu’, tetapi godaan ‘melancholia’, memaksa saya masuk ke dalam ‘kamar gelap’-nya ‘efek rumah kaca’, berbaur dengan ratusan pemuda ‘insomnia’ yang ingin ‘menjadi indonesia’, ditengah maraknya ‘kenakalan remaja di era informatika’. Terlalu ‘banyak asap di sana’ dan ‘debu-debu berterbangan’ ‘di udara’ namun semua beresonansi menjadi padu bagai tarian seorang ‘balerina.

Efek Rumah Kaca,,,standing ovation to them

Yeahh…semalam efek rumah kaca manggung di Makassar, konser mini, launching album kedua meraka yang ber-title ‘Kamar Gelap’, sekaligus opening ceremony distro baru di Makassar, Vool House, serasa anak distro2 aja…ahaha. Berhubung yang datang ini efek rumah kaca, dan gratis pula, tentunya saya ga mau ketinggalan. Seperti kalimat pertama paragraph di atas, walaupun saya adalah ‘lelaki pemalu’, namun rayuan ERK begitu kuat memaksa saya untuk hadir,,hehe..

ERK

Biar lebih klop, saya pake baju kaos hitam bertuliskan ,,, πŸ˜€

peace

Konsernya sendiri diadakan di jalan Boungenville, tepat didepan distro tersebut di samping Mall Panakukkang. Yaa, namanya juga konser mini, jadi panggungnya tidak begitu besar, dan hanya menutup 1 jalur jalan yang kecil itu. Niat dari awal emang hanya ingin nonton ERK, jadinya performance dari band-band indie Makassar lainnya saya ga nonton, cuma duduk di luar arena, menunggu ERK manggung sambil mengamati anak” gaul zaman sekarang. Ahaha…:D

Cholil (vokal/gitar), Adrian (bass) dan Akbar (drum), total membawakan 16 lagu. 12 lagu di album barunya, dan selebihnya lagu di album pertama. Konsernya sendiri cukup cozy, banyak yang cuma duduk, tapi tidak sedikit juga yang berdiri. Penampilan ERK juga tampak santai, sesekali diselingi minum kopi. 16 lagu dibawakan marathon, dan cholil sempat ganti gitar karena senarnya putus.

Cholil

ERK

Menjadi Indonesia, Tubuhmu Membiru… Tragis, Kau dan Aku Menuju Ruang Hampa, Lagu kesepian, Mosi tidak percaya, Jangan bakar buku, Banyak asap di sana, Balerina, Laki-laki pemalu, Cinta melulu, Kenakalan remaja di era informatika, Di udara, Desember, Melancholia, random lupa urutannya, yang pastinya konsernya ditutup dengan ‘kamar gelap’.

Judul-judul lagu di atas, terlihat asing jika dibandingkan dengan lagu-lagu Indonesia sekarang namun justru lagu-lagu mereka yang membentuk citra sendiri tentang siapa sebenarnya ERK. Saya tidak begitu mengerti dengan musik, namum ERK membuat saya yakin, masih ada musik berkualitas di negeri ini. Berani keluar dari mainstream, namun menghadirkan musik yang indah dengan lirik yang cerdas dan menyentil.

ERK tidak sekedar menghibur, tetapi mencoba memotret ragam realitas zaman. Meraka berbicara tentang sosial budaya, gaya hidup, lingkungan, politik, HAM, dan lainnya, serta tentunya tentang cinta, namun dilihat dari sisi lain, seperti lagunya ‘jatuh cinta itu biasa saja’. Saya menyebutnya band yang cerdas, memberi warna baru sehingga banyak kalangan yang memberi apresiasi yang besar.

Lagu favorit saya di album pertama, ‘Melancholia’, ‘Desember’, ‘DI Udara’ yang didedikasikan untuk munir), ‘Belanja terus sampe mati’ yang berbicara tentang konsumerisme, ‘Bukan lawan Jenis’ yang menyentil hubungan sesama jenis, dan ‘Debu-debu berterbangan’ yang mengingatkan akan hari kiamat. Di album kedua, saya sangat suka dengan ‘Menjadi Indonesia’ sebuah lagu patriotis, yang cukup menampar kita untuk bangun dari tidur panjang, ‘Balerina’, ‘Jangan bakar buku’ yang didedikasikan untuk Bersihar Lubis seorang wartawan yang ditahan karena tulisan”annya dalam mengkritik pemerintah yang membakar banyak buku sekolah.

Tetapi secara keseluruhan suka semua lagunya, dan kalau tidak boleh bohong, saya masih lebih terkesan dengan album pertama meraka.

Saya kutip wawancara Cholil disini yang diambil jg dari whatzups.com. Dia bilang gini : album pertama itu “Gelap dan Introvert”. Nah kalau album yang ke 2 ini “Gelap dan Ekstrovert”. Waktu rilis album pertama gua sangsi musik introvert ini bisa diterima. Soalnya menurut gua sendiri ERK adalah band ‘tanggung’. Lebih asing dari Padi, tapi juga nggak Se-njelimet Zeke and The Popo”.

Terakhir, saya mau mengutip yang ditulis pepito semalam di status FB-ku. “aduh coba semua band se-jenius mereka ya. pasti gue gak akan sering selingkuh sama musik manca,,hihi”.

Yaahh…begitulah, semoga ERK bisa tetap berkarya di jalurnya

Lekas,
Bangun dari tidur berkepanjangan
Menyatakan mimpimu
Cuci muka biar terlihat segar
Merapikan wajahmu
Masih ada cara menjadi besar
Memudakan tuamu
Menjelma dan menjadi indonesia

Advertisements